2019-12-10

BPTP Kepulauan Riau Menjuarai Lomba Penyusunan Artikel dan Vlog Inovasi Pertanian

BPTP KEP. RIAU
...

Tanjungpinang (10/12)- BPTP Kepulauan Riau berhasil meraih juara IV pada lomba Penyusunan Artikel dan Vlog Inovasi Pertanian yang diadakan oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) pada bulan Oktober hingga November. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan pada Rapat Koordinasi Lingkup BBP2TP di Bogor tanggal 9-10 Desember 2019. Acara ini dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP selaku Kepala BPTP Kepulauan Riau, Bapak Sahrul Hadi Nasution,SP selaku Kasubbag Tata Usaha dan Bapak Ahmad Misbah, SP, M.Sc. selaku Ka. Si. KSPP BPTP Kepulauan Riau.

BPTP Kepulauan Riau diwakili 3 tim dengan mengangkat beberapa topik terkait inovasi teknologi pertanian yang selama ini dilakukan BPTP di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Topik Proliga Cabai Sebagai Solusi Produksi Cabai di Lahan Marjinal yang diangkat salah satu tim BPTP Kepulauan Riau kemudian ditetapkan sebagai juara IV pada lomba tersebut. Pemilihan topik ini dilakukan karena sesuai dengan tema lomba berupa pengenalan inovasi teknologi spesifik lokasi yang dilakukan BPTP di seluruh wilayah Indonesia.

BPTP Kepulauan Riau saat ini sedang melakukan kaji terap teknologi Produksi LIpat Ganda (Proliga) cabai di Kota Batam. Proliga cabai merupakan rangkaian teknologi yang berfokus pada 5 unsur utama yaitu penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, pola penanaman, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan pengelolaan hara tanah. Dalam penerapan Proliga cabai di Kota Batam, BPTP Kepulauan Riau menggunakan varietas unggul Indrapura yang memiliki memiliki keunggulan berbunga tanpa jeda dan potensi produksinya mencapai 0,7 – 1,5 kg/pohon. Selain itu varietas ini toleran terhadap virus dan mudah beradaptasi sehingga cocok diusahakan di kondisi lahan Kota Batam.

Penggunaan varietas unggul pada Proliga cabai juga diiringi dengan teknik persemaian sehat untuk menjamin bibit yang dibudidayakan terbebas dari virus penyakit. Persemaian dilakukan di rumah bibit yang menggunakan kasa sehingga terproteksi secara menyeluruh dari hewan dan hama penyakit. Dalam penerapan Proliga cabai juga dilakukan perubahan pola tanam untuk meningkatkan populasi tanaman di luasan lahan yang sama. Selama ini petani di Kota Batam, masih menggunakan pola tanam konvensional yaitu satu baris dalam setiap bedengan dengan jarak tanam 50 cm. Kemudian melalui Proliga cabai, petani dikenalkan pola tanam zig zag dengan jarak tanam 60  cm x 50 cm sehingga jarak tanam semakin rapat dan populasi pohon semakin banyak dalam setiap bedengan.

Kemudian dilakukan pemangkasan pucuk pada awal masa tanam yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tiga tunas samping yang akan diperlihara menjadi cabang utama. Pemeliharaan tiga cabang utama ini akan menambah rimbun tanaman yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan jumlah buah yang tumbuh dalam setiap pohon cabai. Berdasarkan pengalaman petani, penerapan teknologi Proliga mampu meningkatkan hasil panen cabai dari luasan lahan yang sama. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak petani yang menerapkan Proliga cabai sehingga mampu memenuhi kebutuhan cabai untuk seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :