2020-03-29

BPTP KEPRI SIAP DAMPINGI PETANI BUKIT LANGKAP KABUPATEN LINGGA APLIKASIKAN SISTEM INTEGRASI TANAMAN DAN TERNAK (SITT)

BPTP KEP. RIAU
...

Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur merupakan salah satu desa di Kabupaten Lingga yang memiliki area persawahan cukup luas. Sawah bukaan baru maupun lahan pertanian hortikultura cukup produktif. Bahkan kini sudah mampu memproduksi padi organik yang suplai pupuknya berasal dari limbah peternakan. Melihat potensi yang ada, Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, M.P.,  siap mendampingi pengaplikasian Sistem Integrasi Tanaman Ternak di kawasan tersebut.

                    

Menurut Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) merupakan intensifikasi sistem usahatani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha. Tujuan pengembangan SITT adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Integrasi  tanaman dan ternak dapat dipergunakan sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat peningkatan produksi tanaman dan ternak melalui: 1) aplikasi teknologi dan inovasi sederhana, dengan memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan sebagai bahan pakan ternak dan sumber serat sekaligus mengamankan ketersediaan pakan; 2) kotoran ternak dan sisa pakan serta hasil panen lainnya dapat didekomposisi menjadi kompos dengan cepat, mudah dan murah guna penyediaan unsur hara bagi lahan pertanian; 3) penggunaan kompos berkualitas telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan produksi padi dan tanaman hortikultura lainnya, sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi para petani. Dengan demikian, upaya memadukan ternak dengan usaha pertanian dapat meningkatkan efisiensi, karena ketersediaan pakan secara kontinyu terjamin, masalah sosial akibat polusi limbah (kotoran ternak, sisa panen, limbah perkebunan/pertanian) dapat diatasi.

Ketua kelompok peternak Sumber Urip, Sariya menceritakan kepada penyuluh BPTP Kepri Lutfi Humaidi, M.Sc., dan Firsta Anugerah Sariri, SP., bahwa mereka ingin berusaha merealisasikan apa yang menjadi tujuan dari kelompok, yaitu peningkatan pendapatan anggota melalui terjaminnya produkstivitas ternak dan hasil usaha tani. Setiap 1 ekor sapi dalam sehari rata-rata mampu menghasilkan 16-20 kg kotoran. Kelompok sudah mengelola limbah padat ternak tersebut menjadi pupuk kompos dan digunakan untuk memupuk tanaman pertaniannya, selain itu juga dijual dengan harga Rp. 2.000/kg ke petani yang membutuhkan. Untuk limbah cair (urine) selama ini belum diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Sudarmin peternak sekaligus Kepala Desa Bukit Langkap dalam acara Bimtek Model Pengembangan Kawasan Perbatasan Berbasis Pangan dan Ternak menjelaskan bahwa kelompok tani Sumber Urip dan masyarakat Desa Bukit Langkap siap menerima dan mengaplikasikan teknologi bioindustri sebagai wujud Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak di kawasan pertanian mereka. “Melalui bimtek yang telah dilaksanakan di Balai Desa Bukit Langkap (14/3) tentunya sudah ada tambahan wawasan bagi anggota dan masyarakat kami untuk bisa mencoba melaksanakannya dengan pendampingan BPTP Kepri.”, tuturnya.

                  

Dengan penerapan model bioindustri (zero waste) diharapkan mampu meningkatkan produktivitas baik padi, dan tanaman hortikultura lainnya maupun sapi di kawasan tersebut. Pengolahan limbah ternak, baik limbah padat yang akan menjadi kompos setelah difermentasi, juga limbah cair dari air kencing sapi menjadi POC diharapkan mampu menyuplai kebutuhan pupuk pada pertumbuhan tanaman pertanian di kawasan tersebut. Begitu juga limbah padi (jerami) dan limbah tanaman hortikultura, dapat dijadikan makanan ternak yang sangat efektif dan efisien. Hal ini sudah pernah diaplikasikan sebelumnya oleh petani peternak di Kabupaten Bintan dibawah arahan penyuluh BPTP Kepri R. Catur Prasetiyono, SP., S.ST. Program tersebut dapat dikatakan sukses. Integrasi antara peternakan kambing dengan lahan pertanian hortikultura mampu meningkatkan pendapatan petani setempat dengan memanfaatkan kembali limbah secara optimal dengan penerapan kegiatan bioindustri.

Sub Sektor : Padi, Sapi, Sayur-sayuran
Komoditas : Tanaman Pangan, Peternakan, Hortikultura
Teknologi yang Digunakan : SISTEM INTEGRASI TANAMAN TERNAK
http://kepri.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/berita/hot-news/1280-bptp-kepri-siap-dampingi-petani-bukit-langkap-kabupaten-lingga-aplikasikan-sistem-integrasi-tanaman-dan-ternak-sitt