2020-04-08

Teknologi Budidaya Kubis Organik, Optimalisasi OPAL di Kepri

BPTP KEP. RIAU
...

Wabah Covid-19 atau yang sering kila kenal sebagai corona virus yang melanda lebih dari 100 negara di dunia mau tidak mau sangat menyita perhatian masyarakat. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan ramai dibicarakan dan diusahakan. Mulai dari gaya hidup sehat seperti rajin mencuci tangan, membersihkan lingkungan, penggunaan masker, tidak memegang area sekitar wajah, menerapkan etika bersin dan batuk, social distancing sampai mengkonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Dalam hal ini tentunya mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna yang bersih dan higenis baik bahan maupun pengolahannya sangat dibutuhkan. Salah satu makanan yang menyehatkan dan mampu meningkatkan sistem imun tubuh adalah sayuran.

BPTP Kepri selaku unit kerja Kementerian Pertanian yang bergerak dalam bidang pengkajian tentunya memiliki banyak terobosan dan inovasi teknologi dalam budidaya sayuran. Meskipun berada di dataran rendah, bahkan di bibir pantai, kantor BPTP Kepri memiliki pekarangan yang cukup luas yang bisa digunakan dalam menunjang berbagai kegiatannya. OPAL dan Tagrimart yang menjadi salah satu andalan BPTP Kepri, pada musim ini mencoba membudidayakan berbagai jenis sayuran organik yang biasa di lakukan di dataran menengah hingga tinggi. Salah satu jenis sayuran yang dibudidayakan adalah Kubis.

Tanaman kubis di lahan Tagrimart BPTP Kepri

Kubis merupakan salah satu anggota keluarga tumbuhan Brassica yang memiliki beragam bentuk dan warna seperti merah, ungu, putih, dan hijau. Tak cuma itu, kubis juga memiliki beragam kandungan vitamin dan mineral. Hal itu membuatnya tepat dikonsumsi sebagai penjaga kesehatan tubuh. Manfaat kubis dalam menjaga kesehatan tubuh kita antara lain untuk; 1) menjaga kesehatan jantung, 2) meningkatkan imunitas dan kesehatan pencernaan, 3) menyediakan nutrisi penting untuk otak karena mengandung vitamin K, 4) membantu menurunkan berat badan, 5) mencegah kanker, 6) membantu menyehatkan mata. Melihat manfaat kubis yang begitu banyak, mengkonsumsi kubis merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam meningkatkan sistem imun dalam tubuh guna menghidarkan diri dari paparan corona virus.

Berdasarkan arahan Menteri Pertanian baru baru ini, menghimbau agar seluruh pegawai Kementerian Pertanian seluruh Indonesia untuk senantiasa menjaga kesehatannya beserta keluarganya, maka dari itu Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., selaku Kepala BPTP Kepri tidak tinggal diam. Salah satu upaya yang dilakukannya dalam menindak lanjuti arahan tersebut yaitu dengan mengoptimalkan apa yang ada di sekitar pekarangan kantor difokuskan untuk kesehatan karyawannya. Salah satu upaya tersebut beliau lakukan dengan membagikan hasil panen sayuran yang ada di pekarangan kantor untuk memenuhi asupan gizi pegawainya dalam usaha meningkatkan sistem imun tubuh. “Seluruh hasil panen yang ada dalam kegiatan OPAL dan Tagrimart ini, silahkan dibagikan ke seluruh staf Balai, saya mau staf saya semuanya sehat, makan makanan yang bergizi, dan bebas dari corona.” tambahnya pada saat melakukan panen kubis bersama Ka. Si. KSPP Ahmad Misbah, SP., M.Sc. dan penanggung jawab OPAL Deddy Hidayat S.Pt., M.Pt., serta beberapa staf lainnya.

Kepala BPTP Kepri, Sugeng Widodo dan kubis hasil panenan

Penimbangan kubis hasil panen

Kubis yang dibudidayakan dalam kegiatan OPAL BPTP Kepri ini merupakan Kubis Organik yang dipanen pada umur 92 hari. Alasan memilih membudidayakan kubis secara organik lebih pada menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Kubis tersebut dibudidayakan dalam lahan seluas 2,5x10 meter secara tertutup didalam nethouse. Tujuan penggunaan nethouse yaitu untuk mengurangi paparan sinar matahari sehingga kelembaban tanaman dapat terjaga serta mengurangi serangan HPT. Kubis ditanam secara zig zag degan jarak tanam 60x60 cm menyusur pinggir bedeng. Penyiraman dilakukan seminggu dua kali saja untuk menjaga kelembabannya karena Kubis tidak terlalu memerlukan banyak air. Pupuk yang digunakan hanya dengan mengaplikasikan POC yang dicampurkan dengan air pada perbandingan 1:1 di sepanjang lorong antar tanaman dua kali seminggu. Pemeliharaan lainnya meliputi pembubunan disekitar batang kubis untuk penguatan batang tanaman agar tidak mudah roboh karena ditanam di pinggir bedengan. ”Selain penyiangan gulma, penyiangan pelepah paling bawah dari tanaman harus rutin dilakukan, agar daun tidak menempel pada tanah sehingga air tidak mudah tertampung yang dapat menyebabkan daun mudah busuk.” tambah Abdul Rasyid anggota tim kegiatan OPAL yang menangani budidaya Kubis Organik tersebut. Selain penggunaan pupuk organik, pestisida yang digunakan juga organik yaitu berasal dari serai wangi yang disemprotkan sekali seminggu untuk mencegah kerusakan pada tanaman yang diakibatkan oleh OPT yang mungkin terperangkap dalam nethouse.


Dalam menghadapi wabah seperti ini sangat penting melakukan budidaya sayuran baik secara organik maupun anorganik, untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan pangan daerah. Budidaya sayuran dengan memanfaatkan pekarangan yang ada baik di kantor maupun di rumah untuk konsumsi pribadi maupun keluarga. Sayuran sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tubuh khususnya meningkatkan sistem imun agar kita tidak mudah terserang penyakit. Dengan kondisi tubuh yang sehat secara otomatis kinerja kita akan lebih optimal untuk mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern.

Sub Sektor : Sayur-sayuran
Komoditas : Hortikultura
Teknologi yang Digunakan : BUDIDAYA ORGANIK
http://kepri.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/berita/hot-news/1282-teknologi-budidaya-kubis-organik-optimalisasi-opal-di-kepri